Bercinta dengan Teman Kantor....



Dalam percintaanku seolah olah serasa dikhianati oleh wanita yang aku cintai, dimana perjalanan yang aku lalui memang butuh perjuangan dimana jarak memisahkan kita tapi ketekadtanku tidak memperdulikan jarak kita , aku tinggal di Jakarta sedangkan yang wanita yang aku cintai tinggal di Pulau Sumatera.

Aku sangat kecewa karena aku pernah mempertaruhkan nyawaku untuk mendatanginya dengan mengendarai sepeda motorku. Sebuah perjalanan berisiko tinggi melintasi jalur Lintas Timur Sumatera untuk sampai ke tempatnya.

Ketika aku sampai di depan rumahnya, ia malah menolakku mentah-mentah. Akupun lalu pulang kembali ke Jakarta dan memutuskan untuk melanjutkan kembali hidupku tanpa dirinya, meskipun suatu saat di masa depan aku akan bertemu lagi dengannya.

Bagian ini akan kuceritakan nanti. Kembali ke Jakarta, akupun berhasil menyelesaikan studiku dan diterima di perusahaan konsultan tempatku bekerja sekarang. Bermodal kemampuan meyakinkan orang, latar belakang pendidikan, dan penampilan yang lumayan, karirku pun melesat dalam waktu singkat.

Aku sering ditempatkan pada client yang berada di luar Jakarta, dan dalam waktu yang singkat aku telah menjelajahi Indonesia. Sayangnya, meskipun karirku baik dan penampilanku tidak dapat dibilang jelek, aku belum menemukan tambatan hati juga.

hot tante.

Beberapa wanita yang kudekati selalu hanya mengincar uangku saja. Akhirnya kuputuskan untuk fokus pada karirku dan melupakan sementara keinginanku untuk menambatkan hati. Ternyata inilah yang membuka jalanku pada petualangan cinta yang kujalani sekarang ini.

Aku masih ingat saat itu pertama terjadi. Ketika itu kami berada pada akhir tahun fiskal dan akupun baru kembali dari penugasan pada sebuah bank nasional yang cukup ternama. Penugasan berlangsung cukup lama dan akupun banyak tertinggal berita di kantor.

Pagi pertamaku kembali di kantor, aku berpapasan dengan seorang wanita yang sangat menarik. Wanita itu berkulit putih dengan tinggi kurang lebih 160 cm. Berhidung mancung dan bermata agak sayu. Payudaranya terlihat menantang dibalik blazer abu-abu yang dikenakannya.

Kukira-kira ukurannya 34B. Ia melirik ke arahku sesaat lalu membuang kembali pandangannya ke tempat lain sambil tersenyum. Bibir tipisnya sangat indah terlihat saat ia tersenyum. Aku pun lalu bertanya-tanya, siapakah dirinya? Aku belum pernah melihatnya sebelumnya. Adela, itu namanya.

Akhirnya kudapatkan juga info itu dari temanku. Ia baru bekerja dua minggu di tempatku. Pantas saja aku belum pernah melihatnya. Akupun bersemangat mencari info baru tentang dirinya. Akhirnya kudapatkan info tambahan setelah ia menerimaku sebagai temannya di facebook. Tapi hatiku hancur saat itu juga.

Adela ternyata telah bersuami dan mempunyai 2 orang anak. Yang mengagumkan adalah badannya tetap terawat dan tidak terlihat seperti telah dua kali melahirkan. Patah hati, akupun memutuskan untuk kembali fokus pada perkerjaan dan karirku.

Sampai kesempatan itupun datang. Aku mendapat penugasan untuk mengatasi masalah client perusahaan yang berlokasi di Surabaya. Dalam penugasan itu aku mendapat seorang staff. Dan staff yang kudapatkan adalah Adela, si cantik yang telah mencuri perhatianku. Akhirnya hari keberangkatan kamipun tiba.

Sepanjang perjalanan menuju bandara kami membahas tentang client yang kami akan hadapi karena kebetulan aku pernah ditugaskan di client tersebut. Beberapa kali kami bercanda ringan untuk meringankan suasana. Setibanya di Surabaya kami langsung dijemput oleh client kami dan dibawa ke hotel.

dijemput oleh client kami dan dibawa ke hotel. Cerita hot terbaru.

Aku tidak tahu apakah aku harus berbahagia atau sebaliknya. Hanya ada satu kamar yang tersedia di hotel karena client kami tidak memperkirakan bahwa kedua konsultan yang dikirim adalah lawan jenis. Aku sempat menawarkan diri untuk tinggal di kos temanku agar Adela dapat tinggal di hotel tetapi kemudian Adela menolaknya.

“Kamu kan bisa tidur di sofa. Lagian, aku tidak berani kalau sendirian”, kata Adela. Karena memang hotel sedang penuh dan aku juga agak malas mencari hotel lain, akhirnya kuterima saja tawaran Adela. Malam itu tidak ada yang terjadi karena aku juga sedang capai sekali.

Sehabis mandi aku langsung tidur di sofa meninggalkan Adela yang sedang menelepon keluarganya sendirian. Pagi harinya aku terbangun saat matahari mulai memasukki kamar hotel kami. Aku terkejut karena ritsleting celanaku terbuka dan aku juga tidak lagi mengenakan kaosku.

Aku menjadi lebih terkejut lagi menemukan Adela yang sedang tertidur hanya mengenakan bra dan celana dalam warna merah. Cahaya matahari yang lembut menyentuh kulitnya membuat wajahnya semakin cantik saat ia terlelap. Akupun tidak langsung bersiap-siap melainkan menghabiskan waktu memandangi wajahnya terlebih dahulu. “Kapan kau bisa jadi milikku Adela”, gumamku dalam hati.

Ditengah-tengah keasyikanku memandanginya, aku bertanya-tanya, “Apa yang terjadi semalam ya sampai aku sendiri tidak ingat”. Akhirnya aku pun mandi dan bersiap-siap untuk ke tempat client karena waktu yang diberikan perusahaan terbatas.

Setelah aku siap, aku menutupi badan Adela dengan selimut, lalu membangunkannya. Hal ini kulakukan karena aku tidak ingin Adela melihatku sebagai orang yang kurang ajar. Lagian, meskipun ia 3 tahun lebih tua dariku, aku adalah atasannya di kantor.

“Dela, bangun Dela. Satu jam lagi kita sudah akan dijemput oleh client kita”, kataku. “Eh Ricky, sorry, aku keenakan tidur nih hehehe”, katanya sambil mengedip nakal. Ingin kucium bibir indahnya saat itu juga, tetapi aku teringat akan tanggung jawab yang harus kita kerjakan hari ini. “Ayo buruan siap- siap, aku tunggu di tempat breakfast ya”, kataku pada Adela. “Iya nanti aku nyusul. Jangan dihabiskan ya makanannya”, Adela menjawab. “Ok Dela tenang aja.

Kalau habis nanti aku beliin yang lain kok hehehe”, jawabku. Akhirnya akupun turun dan memakan sarapan pagiku. Tidak lama Adela yang sudah mandi dan berdandan cantik sekali turun dan bergabung denganku. “Dela, kamu mau ketemu client atau mau nge-date sama aku sih? Cantik sekali kamu”, godaku. “Ah kamu ini bisa saja.

Aku kan cuma mau terlihat baik di depan client kita”, Adela lalu menimpaliku. Pagi itu iya terlihat sangat cantik dengan blazer warna cream dipadu dengan rok sepaha warna cokelat tua dan menggunakan kemben hitam.

Rambutnya ombaknya diikat pony tail dan parfumnya membuatku ingin mengendus lehernya. Hanya satu kata yang pantas buatnya, cantik. Sepanjang hari kami menghabiskan waktu di tempat client untuk membantu mereka menyelesaikan masalah terkait risiko teknologi yang mereka hadapi.

Kami berdua cukup puas karena pekerjaan dapat selesai hari itu juga meskipun membuat kami berdua harus agak lembur. Sepulang dari kantor client, kami mampir untuk makan. Karena sudah lama tidak makan kambing, aku pun memesan tongseng kambing. Adela lalu memesan makanan yang sama.

Kami makan sambil mengobrol. “Kamu kan ganteng Ky, kenapa belum punya pasangan?” tanya Adela padaku. “Ah aku biasa saja kok. Siapa juga yang mau sama aku? Kebanyakan cewek cuma mau uangku saja.” timpalku. “Bener lho kamu ganteng. Aku yakin banyak kok yang suka sama kamu. Apalagi…eh ga jadi deh hehehe”, kata Adela sambil tersenyum menggoda.

“Halah kamu bikin aku jadi malu aja. Aku ga mau sama yang lain soalnya kamu udah punya suami sih..aku kan jadi patah hati..hehehe”, candaku. Diluar dugaan, Adela malah menimpali aku. “Memang kamu suka sama aku?”, tanya Adela dengan wajah penuh harap. “Ya kamu itu cantik Dela. Baik juga. Kamu juga sexy.

Ya tipe pasangan ideal lah. Cuma ya itu kan. Biasanya yang kaya kamu itu udah ada yang ngembat hehehe”, aku menjawab. Sebenarnya jawabanku tadi adalah jawaban jujur. Tapi aku tidak berharap banyak karena aku tahu Adela telah bersuami. Akupun lalu menundukkan kepalaku. Saat aku kembali melihat ke arahnya, Adela mendadak mengarahkan pandangannya ke arah lain.

Melihat reaksinya yang seperti sedang salah tingkah, akupun mencoba bertanya, “Dela, tadi yang kamu ga jadi bilang apa?”. Adela terdiam untuk waktu yang cukup lama lalu ia menjawab, “Sebenarnya Ky, aku jatuh cinta sama kamu sejak pertama ketemu kamu di kantor. Tapi ya berhubung aku punya suami dan 2 anak, aku ga bisa bikin apa-apa”. Aku terdiam mendengarnya. Adela lalu melanjutkan, “Sebenarnya tadi malam, aku ga tahan Ky ngeliat kamu. Jadi waku kamu tidur, celana kamu aku buka lalu aku mengoral kamu sambil masturbasi.

Agen TOGEL Online Terpercaya|Casino Online Indonesia|Agen Togel Online Terbaik

Punyamu keras dan besar, aku jadi sangat terangsang tapi aku ga mau kalau kamu ternyata ga ada rasa apa-apa ke aku selain nafsu aja”. “Pantas saja”, pikirku. Aku lalu berkata, “Dela, aku suka sama kamu tapi aku ga mau ngerusak rumah tangga orang. Aku juga jatuh cinta sama kamu dari pertama aku liat kamu, tapi begitu aku tau kamu udah berkeluarga, aku patah hati gila-gilaan dan mulai lari ke kerjaan lagi, seperti biasa.” Adela dan aku sama-sama terdiam.

Akhirnya kuputuskan untuk membayar dan kembali ke hotel tempat kami menginap. Sampai di hotel, kupersilakan Adela untuk mandi terlebih dahulu karena aku masih harus me-review kerjaannya dan mengirimkan laporan akhirnya ke kantor pusat.

Kira-kira setengah jam, Adela keluar dari kamar mandi dengan hanya mengenakan handuk yang dililitkan ke badannya. Karena sudah butek dengan kerjaanku, akupun lalu mandi biar aku merasa lebih segar.

Aku terkejut saat aku selesai mandi karena Adela telah menungguku di depan pintu kamar mandi, tanpa sehelai benangpun menutupi tubuh indahnya. Payudaranya yang besar dan berputing merah kecoklatan terpampang jelas di hadapan mataku. Lekuk tubuhnya yang indah juga menantangku untuk menjelajahinya. “Aku sayang kamu Ky! Hal ini ga akan merusak rumah tangga aku.

Aku hanya ingin merasakan belaian kamu, sekali saja! Malam ini aku punya kamu Ky. Kamu boleh minta apa saja.”. Akupun lalu tercengang mendengarnya tapi kemudian Adela mencium bibirku dengan lembut, hangat dan nikmat sekali rasanya.

Agen Poker Terpercaya|Domino Online|Live Poker Indonesia

Kontan saja aku langsung membalas ciumannya. Lidah kami saling berkait dan kupeluk mesra Adela malam itu. Adela lalu menghentikan ciumannya dan langsung menciumi leherku, turun ke putingku. Ia menjilati, menghisap, dan menggigit kecil putingku yang membuat kemaluanku membesar di bawah sana.

Melihat hal itu, Adela lalu mengelusnya dan mengocoknya pelan. Akupun lalu keenakan dengan kocokannya. Lalu, Adela berlutut dan mulai memasukkan kemaluanku ke dalam mulutnya. Adela mengulumnya dengan lembut lalu semakin lama semakin kencang sedotannya dan selalu dilakukan seolah-olah Adela dapat membaca pikiranku

Setelah kira-kira 10 menit dioral oleh Adela, aku merasa ada dorongan yang akan keluar dari dalam diriku. Tak sanggup lagi menahannya, aku pun lalu ejakulasi di mulutnya. Adela menyedot habis spermaku dan menelannya.

Ia lalu menjilati kemaluanku sampai bersih. Sekarang giliranku, akupun lalu membaringkan Adela di sofa tempatku tidur. Kumulai dengan menciumi dan menjilati leher jenjangnya hingga Adela mengeliat kegelian. Tak lupa aku melakukannya sambil mengelus-elus payudaranya yang besar.

Puas dengan lehernya, akupun langsung turun ke putingnya yang sudah menegang akibat elusanku tadi. Nafas Adela pun sudah semakin berat tanda ia sedang terangsang berat. Kujilat-jilat lembut lingkaran di sekeliling putingnya lalu kujilat putingnya yang sudah tegang itu.

Saat kuhisap lembut putingnya, Adela pun menggelinjang keenakan dan mulai mengeluarkan suara-suara eksotis dari mulutnya, “aaahhh….uuuhhhh….aaaahhh! Teruussss…ssayang…teruss…oh yeah!…” Mendengarnya, akupun semakin bersemangat. Bergantian kujilat dan kuhisap puting susunya.

Akupun lalu turun ke pusarnya lalu menciumi dan menjilatinya. Tidak lama lalu aku pun turun ke lembah kenikmatan Adela. Hutan yang menutupinya telah dicukur, sepertinya baru dilakukan sehingga terlihat jelas bentuk indah vagina Adela. Kupandangi sejenak lalu mulai kusentuh perlahan dengan jariku.

Terlihat vaginanya telah basah dan clitorisnya menonjol tanda ia terangsang. “Sssshhh…Memangnya vaginaku barang museum ya ampe dipelototin gitu? Ngapain bengong Ky, ayo dong lanjutin lagi…aku juga mau ngerasain keluar kaya kamu tadi…ayo sayang…”, kata Adela melihat kelakuanku memandangi vaginanya. “Oh maaf Dela, habis bentuknya indah banget.

Aku baru pertama kali ngeliat, sebelumnya aku belum pernah sampai sejauh ini”, jawabku. “Oooh jadi aku dapet perjaka kamu ni? Waduh jadi ga enak kamu pertama kali ga sama perawan…ya udah dilanjut dong Ky”, jawabnya.

Tanpa menjawab aku langsung menjilati clitorisnya yang menonjol, kujilat habis dengan seluruh lidahku. “Ooooh yeahhhhh!! Terus sayang..jilat disitu terus…oh yeah kamu pintar Ky…ayo terus Ky”, Adela meracau keenakan.

Akupun mulai memasukkan jari tengahku ke lubang kenikmatannya dan kumainkan. Aku mengocoknya, awalnya agak pelan, lalu lama-lama tambah cepat. Adela mulai merem melek dan mengeluarkan suara-suara eksotis dari bibirnya tanda keenakan.

Agen TOGEL Online Terpercaya|Casino Online Indonesia|Agen Togel Online Terbaik

Sambil menjilat clitorisnya dan memainkan jariku, kurasakan ada bagian yang menonjol di bagian dalam vaginanya. Kuelus dan agak kupencet dengan jari tengahku dan Adela langsung berteriak, “yessss!! yesss!!” Tampaknya aku menemukan G-spot Adela. Kupencet terus sambil memainkan jilatanku pada clitorisnya.

Tak lama pinggang Adela bergetar hebat dan tangannya menarik kepalaku lalu dibenamkan di belahan vaginanya. “Aaaaaaaaaaaaaahhhhhh…..Ricky sayaaaaaaaang….aa…aaa…aaaaku.. ke…ke….lu….aaaaaaaarrr…. aaaaaaaaaaaaahhhhhh”, Adela berteriak lalu badannya menegang menahan kenikmatannya..terasa sekali oleh jariku bagaimana cairan kenikmatannya menyemprot bagian dalam vaginanya. Kutarik jariku keluar dan kujilati. Rasanya agak asin dan akhirnya aku merasakan nikmatnya cairan vagina seorang wanita untuk pertama kalinya.

Kujilati seluruh bibir vaginanya lalu kubuka lebar-lebar paha Adela. Kemaluanku sudah kembali menegang dan keras lagi. Adela melihatnya dan mengelusnya. “Pelan-pelan ya Ky, punya kamu jauh lebih besar dari suamiku soalnya.

Aku takut sakit kalau buru-buru.”, kata Adela. Aku mengangguk dan Adela mengarahkan senjataku ke lubang kenikmatannya yang sudah memerah. Karena ini merupakan pengalaman pertamaku, aku menjadi agak canggung. Kutekan pelan-pelan senjata pusakaku terhadap lubang kenikmatannya.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »